Pantai

Tidak Hanya Kaya akan Budaya Yogyakarta juga Punya Tempat Berburu Lobster…

Sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal Yogyakarta sebagai kota budaya, pendidikan, dan  juga kota wisata. Jl. Malioboro, Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan merupakan menu wajib bagi yang datang ke Yogyakarta. Hampir setiap orang yang datang ke Yogyakarta tidak melewatkan kesempatan untuk berbelanja di daerah Malioboro. Apalagi untuk berfoto di depan tulisan Jl. Malioboro itu kan. Hehehe… Bagi Anda yang ingin ke Yogyakarta tapi pingin ke lain dari biasanya, jangan khawatir karena Yogyakarta menyimpan banyak tempat wisata yang perlu masuk dalam daftarAnda.Tempat yang satu ini mungkin banyak dikenal orang termasuk Saya sendiri. Awal kisah Saya mengenal tempat ini dari salah satu Reality Show Korea yang pada waktu  itu syuting di Indonesia, tepatnya di Yogyakarta. Mungkin bagi Korean Lover sudah pernah dengar bahkan nonton acara Barefoot Friends . Acara ini pernah syuting di Yogyakarta untuk episode 4-6. Tempat yang paling membuat penasaran adalah Pantai Timang yang terletak di Kabupaten Gunungkidul. Kenapa membuat penasaran? Mari kita simak kisahnya dulu ya….

Pantai Timang merupakan obyek wisata berupa pantai yang terletak di Padukuhan Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, kabupaten Gunungkidul. Membutuhkan 3 jam perjalanan darat dari kota Yogyakarta menuju Pantai Timang. Untuk mencapai pantai ini pengunjung akan sedikit mengalami kesulitan karena kurangnya petunjuk jalan yang memadai. Jarak dari Wonosari (ibukota Kabupaten Gunungkidul ) sekitar 35 km. Dari arah Wonosari pengunjung akan melalui jalan arah ke Pantai Baron sesampainya  di pertigaan Mulo pengunjung belok kiri ke arah Pantai Siung hingga menjumpai Pasar Dakbong. Setelah melewati pasar tersebut jalan jalanan mulai berganti dari aspal menjadi jalan tanah berbatu. Pantai ini diapit oleh pantai-pantai sepanjang pesisir daerah Tepus. Di sebelah barat pantai ini terdapat pantai-pantai yang sejajar dengan Timang diantaranya Pantai Seruni, Pantai Pok Tunggal, dan Pantai Ngetun. Di sebelah timur pantai ini terdapat Pantai Jogan, Pantai Siung, dan Pantai Nglambor. Lumayan sekalian bisa jalan-jalan ke pantai yang lain.

via rumahkitahomestay.blogspot.com

via rumahkitahomestay.blogspot.com

Pengalaman seru apa yang ditawarkan oleh pantai Timang? Seperti kebanyakan kebanyakan pantai di daerah Gunungkidul pada umumnya, pantai Timang terdiri dari hamparan pasir putih dan tumbuhan pandan di sekelilingnya. Pantai ini belum banyak dikembangkan sehingga pemandangan yang terhampar masih alami. Pantai Timang terdiri dari dua bagian pantai, bagian pertama di sebelah timur merupakan pantai berpasir, bagian kedua di sebelah barat berbentuk batu-batuan terjal (bukit) yang langsung berbatasan dengan laut.  Pada bagian inilah terdapat pemandangan pulau atau batu besar di seberang pantai. Pulau atau batu besar tersebut oleh masyarakat sekitar disebut sebagai Batu Panjang, Pulau Panjang dan Pulau Timang. Pulau Panjang dikenal sebagai tempat terbaik untuk berburu lobster oleh masyarakat sekitar. Akan tetapi, di pantai ini pengunjung akan menyaksikan deburan ombak menghantam karang dengan ketinggian mencapai 10 meter lebih.

Pantai Timang dan pulau Panjang terhubung melalui kereta gantung yang terbuat dari kayu dan digerakkan menggunakan tali yang menghubungkan antara pantai dengan puncak pulau. Tali yang digunakan berdiameter 4 cm dan mempunyai panjang kurang lebih 200 meter. Masyarakat sekitar biasa menggunakan kereta gantung tersebut untuk pergi memancing ikan dan lobster di pulau Panjang. Terdengar ekstrim, kan? Tapi apabila Anda penasaran dan ingin memacu adrenalin silahkan untuk mencobanya. Pada awalnya, untuk menyeberang menggunakan kereta gantung ini gratis, akan tetapi melihatpotensi wisatayang ada, maka masyarakat setempat mengkomersilkannya. Untuk seklai menyeberang wisatawan harus membayar Rp 200.000,-. Cukup mahal, hal ini harap dimaklumi karena untuk menarik kereta gantung ini dilakukan secara manual dan diperlukan tenaga yang banyak serta keahlian khusus. Tapi dijamin bagi Anda yang mencobanya pengalaman ini ini benar-benar berharga bahkan hanya dapat terjadi sekali seumur hidup. Kecuali Anda nyoba lagi. Heheheh……

Sejarah awal pemasangan kerta gantung ini menurut nelayan setempat karena ingin mendapatkan tangkapan lobster yang lebih melimpah. Menurut cerita pemasangan kereta gantung ini diawali dengan pemasangan tiang pancang yang terbuat dari kayu di pulau karang terlebih dahulu. Pemasangan tersebut memang tidak mudah, nelayan harus menggunakan perahu dari pantai Siung serta memilih musim dengan ombak laut yang tenang. Setelah tiang pancang dan tali tersambung akhirnya secara bergotong royong nelayan mendesain bentuk kereta gantung masih menggunakan bahan dari kayu. Pengantian serta perawatan kereta gantung ini dilakukan secara bersama-sama mengingat ini adalah satu-satunya transportasi untuk menuju ke pulau karang tersebut.

via ranselwisata

Lobster via ranselwisata.com

Bagi Anda yang tidak berani mencobanya, cukup nikmati deburan ombaknya tapi jangan lupa bawa uang saku yang banyak, karena rugi juga kalau tidak merasakan nikmatnya Lobster yang ditangkap oleh para nelayan. Biasanya Lobster ini dijual dengan harga Rp 200.000,- hingga Rp 500.000,- per ekornya tergantung ukurannya. Mahal ya? Ya iyalah!!!! Nyarinya kan susah. Namun untuk menikmati Lobster iniAnda harus datang saat bulan-bulan panen lobster sekitar bulan Maret, jika tidak Anda akan menjumpai kawasan pantai Timang yang sepi dikarenakan minimnya aktifitas nelayan. Selamat berburu Lobster………………..

Leave Comments

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com