Kota Museum

Sisi Lain Museum Malang Tempo Doeloe


Berikut sisi lain dari Museum Malang Tempo Doeloe.

Dikelola Non Pemerintah

SAM_2020

Tampak depan Museum Malang Tempo Doeloe. Foto: Dok. trevelsia.com

Salah satu sisi lain dari Museum Malang Tempo Doeloe adalah museum ini dikelola oleh non pemerintah. Saat ini mungkin bisa dibilang lagi ngetren organisasi diluar pemerintah mengelola museum. Karena biasanya kalau yang kelola pemerintah banyak yang tidak terawat.

Sepi Pengunjung

SAM_2017

Pintu masuk Museum Malang Tempo Doeloe. Foto: Dok. trevelsia.com

Ini jadi anomali, satu-satunya museum di Kota Malang yang menceritakan awal-mula perkembangan Kota Malang sepi pengunjung. Padahal kalau kita lihat, Museum Malang Tempo Doeloe ini lokasinya sangat strategis yakni berada di belakang Balai Kota Malang dan Monumen Tugu yang mana disekitarnya banyak berdiri hotel dan penginapan lainnya. Terlebih lagi museum ini merupakan museum di Kota Malang yang bisa dibilang jadi salah satu kota basis pendidikan di Indonesia.

Tiketnya Rp. 15.000,00-

SAM_1991

Salah satu sudut Museum Malang Tempo Doeloe. Foto: Dok. trevelsia.com

Worth-it lah untuk sebuah museum yang dikelola non pemerintah. Sabagai satu-satunya museum yang menceritakan awal-mula berdirinya Kota Malang bandrol 15.000,00- cukup terjangkau.

Museumnya Kecil tapi Lumayanlah

SAM_1992

Beberapa foto perjuangan kemerdekaan. Foto: Dok. trevelsia.com

Museum Malang Tempo Doeloe ini memang tidak terlalu besar untuk sebuah ukuran museum. Tapi recommended bagi kalian yang ingin mengetahui awal-mula perkembangan Kota Malang.

Lumayan Terawat

SAM_1982

Beberapa foto peresmian Monumen Tugu oleh Presiden pertama RI Ir. Soekarno. Foto: trevelsia.com

Mungkin ini salah satu kelebihan bila sebuah museum dikelola non pemerintah. Pengelolaan museum lumayan terawat dibanding dengan museum yang bisanya dikelola oleh pemerintah.

Katanya Malang Kota Pelajar, tapi Apresiasinya Minim Terhadap Museum

SAM_1977

Ini dia Walikota Malang yang pertama. Foto: Dok. trevelsia.com

Ini memang cukup ironis. Satu-satunya museum di Kota Malang yang menceritakan awal-mula perkembangan Kota Malang malah apresiasi dari masyarakatnya kurang. Padahal untuk sebuah kota pendidikan yang dipenuhi kaum intelek museum seharusny bisa jadi alternatif utama untuk pendidikan. Selain itu juga, Kota Malang yang juga tumbuh jadi kota wisata seharusnya bisa memanfaatkannya menjadi salah satu destinasi menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Leave Comments

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com