Danau

Ranu Regulo, Salah Satu Danau yang Dapat Kita Temui di TNBTS.

//
Akhir-akhir ini Indonesia mengalami krisis udara bersih terutama di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Belum selesai kasus asap di dua pulau di Indonesia itu bahkan asap kini telah menjalar ke pulau Jawa. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Entahlah. Kebakaran ini terjadi apa karena alam membakar dirinya sendiri atau kebakaran terjadi karena tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung-jawab.

Ya, akhir-akhir ini banyak pendaki yang harus mengelus dada karena banyaknya gunung-gunung di Pulau Jawa yang ditutup jalur pendakiannya karena terjadi kebakaran hutan. Bahkan Gunung Lawu sampai menelan korban. Kebakaran ini juga terjadi di Gunung Arjuno. Sekitar tanggal 23 Oktober 2015 para pendaki Semeru juga harus mengelus dada karena kebakaran juga melanda hutan di jalur pendakian Ranu Pane menuju Ranu Kumbolo.

Apa boleh buat? Bagi para pendaki yang berasal dari daerah yang dekat dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mungkin masih bisa langsung berbalik arah. Akan tetapi, bagi para pendaki yang berasal dari luar kota terpaksa bertahan atau mencari alternatif.

Ranu regulo

Para pengunjung yang berfoto bersama. Foto: icrixs.wordpress.com

Alternatif yang bisa dipilih adalah menghabiskan waktu di Ranu Regulo. Ranu Regulo adalah salah satu dari tiga danau yang terkenal di kaki gunung Semeru. Ketika Anda sampai di Ranu Pane, titik awal pendakian gunung Semeru suasana yang akan Kita dapatkan jauh berbeda dengan susana di kota.

Udaranya yang dingin apalagi kalau malam hari. Pemandangan yang ditawarkan berupa perkebunan sayur-sayuran milik masyarakat setempat. Lalu dimana letak Ranu Regulo? Letak Ranu Regulo memang tersembunyi. Tapi untuk menemukannya tidak membutuhkan tenaga banyak. Hanya butuh berjalan kaki menelusuri jalan setapak sekitar 10 menit Anda akan menemukan danau ini. Luas danau ini hanya 0,75 ha dan berada di ketinggian 2100 mdpl. Suhu udara tercatat minus 4 sampai 25 derajat celcius.

Tersedia camping ground yang cukup luas langsung menghadap danau. Suasana di danau ini sepi jauh dari hingar-bingar dan cocok untuk mencari ketenangan sebelum berangkat atau sesudah pulang mendaki. Pemandangan yang paling menakjubkan yang akan Anda dapatkan adalah pada saat Subuh hingga menjelang matahari terbit. Saat itulah suhu udara benar-benar dingin menusuk tulang.

Ranu regulo 3

Jembatan di Ranu Regulo yang jadi spot utama untuk mengambil foto. Foto: awaspala.com

Akan tetapi, dinginnya suhu harus Anda hadapi untuk menikmati indahnya pemandangan sekeliling Ranu Regulo. Air danau Ranu Regulo pada saat menjelang matahari terbit seakan-akan menguap mengeluarkan asap. Asap ini akan terlihat hingga matahari terbit cukup tinggi. Untuk membantu menghangatkan badan bolehlah menikmati pemandangan ini sambil minum kopi atau teh hangat. Dijamin suasana yang didapatkan akan semakin terkesan.

Diiringi pula dengan bincang hangat bersama teman-teman atau pun sesama wisatawan untuk berbagi cerita dan menambah teman. Tidak hanya pemandangan danau saja dapat kita nikmati, akan tetapi pohon-pohon yang hijau akan memberikan udara yang segar. Pada danau Ranu Regulo juga akan terlihat ikan-ikan kecil yang lincah berenang kesana-kemari.

Pada saat dulu wisatawan boleh berenang di danau ini akan tetapi saat ini sudah ada larangan untuk tidak berenang di danau Ranu Regulo. Apalagi air danau juga sering digunakan sebagai air untuk memasak bagi para pendaki. Puas menikmati Menjelang siang Anda bisa melanjutkan rencana Anda. Tapi jangan lupa sebagai wisatawan yang baik harus lah tetap menjaga lingkungan yakni dengan membawa kembali sampah Anda. Kalau bukan kita yang ikut serta menjaga lingkungan siapa lagi?
//

Leave Comments

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com