Pulau

Percaya atau Tidak, Ini Dia Pulau dengan Julukan Pulau Awet Muda

Trevelsia.com – Bukan tanpa alasan pulau yang satu ini mendapat julukan sebagai Pulau Awet Muda. Lokasinya berada di Kabupaten Sumenep, Madura. Madura terkenal sebagai pulau dengan udaranya yang panas. Rasanya tidak mungkin jika pulau satu ini ternyata memiliki kadar oksigen tertinggi kedua di dunia setelah Yordania. Faktanya, satu pulau di antara 126 pulau yang dimiliki oleh Kabupaten Sumenep, yakni Giliyang memiliki udara yang sejuk. Fakta tersebut berdasarkan hasil penelitian Tim Pusat Pemanfaatan Saint Atmosfir dan Iklim LAPAN beserta Badan Lingkungan Hidup Jawa Timur sejak tahun 2006. Hasilnya, pulau Giliyang mempunyai konsentrasi oksigen sebesar 20,90% dengan Level Explosive Limit (LEL) 0,5%. Artinya, udara di pulau Giliyang memiliki kadar oksigen 3,30% sampai 4,80% dibanding udara di tempat normal lainnya.

Ini Lokasi dengan Kadar Oksigen Tertinggi. Foto: www.trevelsia.com

Ini Lokasi dengan Kadar Oksigen Tertinggi. Foto: www.trevelsia.com

Sebab memiliki kandungan oksigen yang cukup tinggi inilah pulau Giliyang terkenal dengan julukan “pulau awet muda”. Kenapa? Kualitas oksigen yang baik membuat penduduk pulau ini berumur panjang. Sepanjang pulau, banyak dijumpai Kakek dan nenek sekitar umur 50-80an tampak awet muda serta segar bugar. Mereka bahkan masih mampu melakukan aktivitas layaknya orang-orang di usia produktif.

Secara administratif Pulau Giliyang berada di wilayah Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Pulau Giliyang terdiri dari 2 desa yaitu Desa Bancamara dan Desa Banra’as. Total jumlah penduduk pulau  9.185 jiwa dan 3.867 KK dan mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan. Luas total pulau ini  9,15 km persegi atau sekitar 16 ha.

Pulau Giliyang memang namanya tidak setenar pulau Gili Labak di kalangan para pelancong. (Baca juga: Gili Labak, Hidden Paradise of Madura yang Mulai Diburu). Namun, karena kandungan oksigen inilah banyak menarik perhatian pengunjung yang penasaran untuk mengunjungi lokasi oksigen tertinggi. Selain, kandungan oksigennya yang tinggi Pulau Giliyang juga memiliki keindahan alam yang memukau.  

Dari Pelabuhan Dungkek ini Wisatawan Menyeberang ke Pulau Giliyang. Foto: www.wisata-auda.blogspot.co.id

Dari Pelabuhan Dungkek ini Wisatawan Menyeberang ke Pulau Giliyang. Foto: www.wisata-auda.blogspot.co.id

Untuk menuju Pulau Giliyang, jalur yang paling mudah adalah melalui Pelabuhan Dungkek. Dari Kota Sumenep menuju Pelabuhan Dungkek dibutuhkan waktu sekitar 1 jam. Belum ada angkutan khusus untuk menuju ke Pelabuhan Dungkek, Sumenep. Namun, Kalian jangan khawatir, biasanya dekat perempatan lampu merah kota ada Mobil Penumpang Umum (MPU). Setiap hari berangkat dari kota Sumenep menuju Pelabuhan Dungkek, dengan tarif yang  terjangkau. Apabila Kalian menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, silahkan dititipkan di rumah warga dekat Pelabuhan Dungkek.

Dari Pelabuhan Dungkek menuju Pulau Giliyang, sudah banyak perahu motor milik nelayan yang siap mengantar Kalian, tarif reguler hanya Rp 10.000,-/orang. Perahu ini berangkat pada jam 10.00 WIB. Jadi, disarankan datang pagi ke Pelabuhan Dungkek. Bila Kalian ingin menyewa perahu, Kalian harus membayar Rp 400.000,- kapasitas perahu maksimal 30 orang. Kalau perahu yang ukurannya lebih kecil sewanya sekitar Rp 200.000,-. Pada saat cuaca normal, perjalanan dari Pelabuhan Dungkek ke Pulau Giliyang hanya 45 menit. Berbeda jika laut tengah berombak besar, maka pelayaran ke Giliyang memakan waktu hingga satu jam.

Kondisi air laut di sepanjang Dungkek berbeda dengan air laut mendekati Giliyang. Air laut Dungkek terlihat keruh, tapi air laut memasuki Giliyang terlihat biru dan bening. Semakin dekat ke Pulau Giliyang air laut makin bersih. Pantai di Pulau Giliyang tidak berpasir, tetapi memiliki tipologi pantai yang didominasi oleh pantai berkarang. Bahkan di banyak bagian terdapat tebing-tebing karang yang tinggi. Keberadaan pantai berkarang ini hampir mengelilingi pulau, dapat dikatakan lebih dari 70% wilayah pulau dikelilingi oleh pantai berkarang.

Salah satu Pantai di Pulau giliyang Lengkap dengan Perahu Nelayan. Foto: www.trevelsia.com

Salah satu Pantai di Pulau giliyang Lengkap dengan Perahu Nelayan. Foto: www.trevelsia.com

Setelah tiba di Pulau Giliyang Kalian dapat mengelilingi pulau dengan menyewa kendaraan bermotor roda tiga yang biasanya digunakan untuk mengangkut galon. Dari dekat pelabuhan Pulau Giliyang menuju titik oksigen di Desa Bancamara Kalian akan dikenakan tarif Rp 80.000,- dengan kapasitas 6-8 orang. Bagi Kalian yang ingin menginap memang belum ada penginapan khusus yang disediakan untuk wisatawan. Namun, bagi wisatawan yang akan bermalam, dapat menyewa rumah warga. Kalian dapat mencari di dekat titik oksigen atau dekat pelabuhan Pulau Giliyang. Masyarakat Giliyang ramah dan menyambut Kalian dengan hangat.

Bagi Kalian yang ingin lebih dekat dengan alam dapat bermalam di alam bebas di lokasi titik oksigen dengan menggunakan tenda. Warga setempat juga telah membuatkan tempat istirahat berbahan bambu. Namun, sayangnya hanya ada satu. Saran bagi Kalian yang akan mengunjungi pulau ini sebaiknya membawa uang tunai karena disini tidak terdapat ATM. Untuk mengisi perut,  di pulau ini hanya ada warung sederhana yang menjual snack, minuman, rujak, bakso berbahan ikan tongkol. Namun, bagi yang ingin merasakan segarnya berbagai macam jenis ikan Pulau Giliyang, dapat memesan langsung pada warga setempat dengan harga yang telah disepakati.

Satu lagi yang tidak boleh lupa terutama bagi Kalian yang hobi berfoto sebaiknya menyediakan baterai cadangan karena di pulau ini tidak tersedia listrik 24 jam. Lampu penerangan di Pulau Giliyang menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Lampu menyala pada malam hari selama 12 jam saja. Yakni dari dari jam 16.00 WIB  jam 05.00 WIB. Kalian pasti tidak ingin kehilangan momen berfoto di segala sudut pulau Giliyang ini hanya karena hp atau kamera mati kan???

Tempat yang juga jadi Favorit Wisatawan, Pantai Batu Cangge. Foto: www.trevelsia.com

Tempat yang juga jadi Favorit Wisatawan, Pantai Batu Cangge. Foto: www.trevelsia.com

Di Pulau Giliyang ini Kalian dapat menikmati wisata goa. Pulau Giliyang memiliki 10 Gua alam yaitu 7 gua di Desa Banraas dan 3 gua di Desa Bancamara. Ada Goa Mahakarya yang luasnya mencapai 800 m². Goa Mahakarya juga memiliki 7 ruang yang cukup luas dengan stalaktit dan stalakmit yang menakjubkan. Terdapat pula goa dengan sumber mata air tawar meski lokasinya berdekatan dengan pantai. Goa unik tersebut bernama Goa Air yang memiliki kedalaman hingga 150 meter. Salah satu yang menjadi favorit adalah Goa Syariah. Ada juga goa yang kerap digunakan para leluhur untuk bertapa yang dikenal dengan nama Goa Petapa Kelompang.

Selain goa, disini juga terdapat 3 pantai yang dapat dinikmati. Mulai dari Pantai Ropet dengan pasir putih yang menjadi satu dengan pelabuhan ikan. Lalu ada Pantai Batu Kondang dengan panorama bebatuan karang yang menjorok ke laut. Terakhir yakni Pantai Batu Cangge dengan hiasan batu menyerupai pilar yang menopang gunung batu diatasnya.

Kalian tertarik untuk membuktikan kandungan oksigen pulau ini? Langsung saja berkunjung ke Pulau Giliyang…

 

Leave Comments

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com