Museum

Museum Le Mayeur Bali, Wujud Agung Cinta dalam Karya Seni

Apa sih destinasi wisata yang paling ingin dikunjungi saat liburan di Bali? Main di pantai yang eksotis atau menikmati alam Ubud yang menawan? Jangan lupa, Bali juga kental dengan nuansa seni dan budaya yang selalu menarik untuk dipelajari. Jika ingin menikmati seni lukis, datang saja ke Museum Le Mayeur Bali yang punya koleksi menawan ini.

Museum Karya Seni Pelukis Asal Belgia

Museum Le Mayeur Bali, Wujud Agung Cinta dalam Karya Seni

Koleksi karya seni pelukis asal Belgia. Foto: plesiryuk.com

Museum Le Mayeur Bali ini sebenarnya adalah sebuah rumah milik Adrien Jean Le Mayeur de Merpres. Seniman asal Belgia ini datang ke Bali pertama kali di tahun 1932. Bangunan ini terletak di Jalan Hang Tuah, Denpasar, Bali yang tepatnya berada di pesisir pantai Sanur. Museum tersebut memamerkan karya dari sang seniman yang hidup di Bali selama bertahun-tahun.

Karya Seni Penuh Cinta Sang Maestro

Museum Le Mayeur Bali, Wujud Agung Cinta dalam Karya Seni

Lukisan di dalam museum. Foto: tribunnews.com

Le Mayeur bertemu dengan seorang penari legong Keraton bernama Ni Nyoman Pollok dan dia pun menjadikan wanita itu sebagai model lukisan. Pelukis ini mencoba peruntungannya dengan memamerkan lukisan itu di Singapura. Tak disangka, pameran ini berbuah kesuksesan yang membuat namanya semakin dikenal dengan baik. Dia pun membeli sebidang tanah di pesisir pantai Sanur dan membangun rumah di sana. Di tanah inilah Museum Le Mayeur Bali berdiri.

Le Mayeur terus menggunakan Ni Nyoman Pollok sebagai modelnya setiap hari. Tiga tahun kemudian keduanya menikah dengan adat tradisional Bali. Pelukis ini terus berkarya, sebagian lukisannya dijual untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tapi karyanya yang paling disukai terus dipajang di dalam rumah. Tahun 1956, Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Indonesia yaitu Bahder Djohan datang berkunjung dan menyukai karya sang pelukis. Dia pun mencetuskan agar bangunan ini dijadikan museum dengan koleksi lukisan pribadinya. Akhirnya, akte Museum Le Mayeur Bali pun turun secara resmi pada 28 Agustus 1958.

Nuansa Bali yang Kental

Museum Le Mayeur Bali, Wujud Agung Cinta dalam Karya Seni

Bangunan bernuasan Bali yang kental. Foto: bali-indonesia.com

Museum Le Mayeur Bali memiliki bangunan bergaya etnik dengan ukira tradisional yang khas. Koleksinya kurang lebih 88 lukisan yang terdiri dari lukisan Ni Nyoman Pollok, Pura Bali, pantai Bali dan keindahan alam lainnya. Karya-karya yang ada didominasi oleh gambaran sang istri, yang menjadi bukti bahwa sang maestro benar-benar mencintai wanita Bali tersebut.

Nggak hanya lukisan pengunjung juga bisa menemukan koleksi pribadi lainnya di Museum Le Mayeur Bali ini. Misalnya saja buku tua, furnitur Bali, dan seni ukiran tradisional khas. Museum ini kini berada di bawah pengelolaan pemerintah kota Bali.

Berkunjung menikmati koleksi seni eksotis di Museum Le Mayeur Bali ini, travelers?

Leave Comments

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com