Kota Landmark Wisata Sejarah

Keraton Ratu Boko, Saksi Kejayaan Masa Lampau




Trevelsia.com – Yogyakarta, provinsi yang satu ini sudah tidak dapat dipungkiri sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia. Selain sebagai kota pelajar, kota ini juga menyimpan sejarah masa lampau. Sejak jaman kerajaan hingga sejarah kemerdekaan. Peninggalan sejarah yang paling terkenal adalah Candi Prambanan, yang juga menyandang status sebagai candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Tahukah kalian bahwa di Yogyakarta terdapat bangunan bersejarah yang lebih dulu dibangun sebelum Candi Prambanan? Jawabannya adalah Ratu Boko.  

Foto: jogjalan.com

Pengunjung akan disambut ini ketika sampai di Keraton Ratu Boko. Foto: jogjalan.com

Ratu Boko bukanlah sebuah candi seperti yang biasa dikenal orang. Ratu Boko tidak hanya sekedar candi karena Ratu Boko merupakan komplek istana. Keraton Ratu Boko biasa disebut Istana Ratu Boko atau Keraton Ratu Boko. Ratu Boko merupakan situs purbakala yang dibangun pada abad 8 berupa kompleks sejumlah sisa bangunan. Letaknya kira-kira 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan, 18 km sebelah timur kota Yogyakarta. Situs Ratu Boko terletak di sebuah bukit pada ketinggian 196 mdpl. Luas keseluruhan kompleks adalah sekitar 25 ha.

Nama “Ratu Boko” berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Boko secara harfiah artinya “raja bangau” yang merupakan ayah dari Roro Jonggrang (menjadi nama candi utama di kompleks Candi Prambanan). Secara administratif, situs ini berada di wilayah dua Dukuh, yakni Dukuh Dawung, Desa Bokoharjo dan Dukuh Sumberwatu, Desa Sambireja, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Peta Keraton Ratu Boko, Supaya g Nyasar ke Masa Lalu. Foto: coretanpetualang.wordpress.com

Peta Keraton Ratu Boko, Supaya g Nyasar ke Masa Lalu. Foto: coretanpetualang.wordpress.com

Berdasarkan sebuah prasasti kuno berangka tahun 792M yakni Prasasti Abhyagiri Wihara. Dalam prasasti ini menyebut seorang tokoh bernama Rakai Panangkaran (746-784 M) memerintahkan untuk membangun kawasan wihara di atas bukit yang dinamakan Abhyagiri Wihara.  Abhya berarti tidak ada bahaya, giri berarti bukit, Wihara berarti asrama. Dengan demikian, Abhyagiri Wihara diartikan sebuah wihara di atas bukit, yang penuh kedamaian. Rakai Panangkaran menganut agama Buddha demikian juga bangunan tersebut disebut Abhayagiri Wihara adalah berlatar belakang agama Buddha, didukung adanya bukti Arca Dyani Buddha.

Setelah masa pemerintahan Rakai Panangkaran, penguasa selanjutnya dalah Rakai Walaing Pu Kombayoni yang berkuasa pada tahun 898-908 M. Pada masa kekuasaan Rakai Walaing Pu Kombayoni, istana ini berubah namanya menjadi Keraton Walaing dan juga berubah fungsinya yaitu menjadi benteng pertahanan  pada masa peperangan, dan dilengkapi dengan tumpukan batu-batu besar layaknya benteng. Pada masa ini pula maka arsitektur bangunan ini juga sedikit banyak dipengaruhi oleh agama Hindu yang dianut oleh Rakai Walaing Pu Kombayoni. Hal ini dibuktikan dengan patung berciri Hindu seperti patung Dewi Durga, patung Dewa Ganesha dan juga sebuah patung Yoni.

Pemandangan bukitnya memeberikan ketenangan. Foto: jogjasukasuka.com

Pemandangan bukitnya memeberikan ketenangan. Foto: jogjasukasuka.com

Lalu apa menariknya Ratu Boko ini? Selayaknya Kompleks istana yang sering Kita bayangkan, disini terdapat beberapa puing-puing bangunan. Bukan bangunan secara utuh akan tetapi tetapi apabila Kita berkunjung kesini akan dapat Kita bayangkan betapa megahnya Keraton Ratu Boko ini pada masa lampau. Berbeda dengan peninggalan purbakala dari zaman dahulu yang biasanya didirikan di daerah landai, akan tetapi Keraton Ratu Boko terletak di atas bukit yang lumayan tinggi.  Posisi di atas bukit juga memberikan udara sejuk dan pemandangan alam yang indah bagi para penghuninya, selain tentu saja membuat kompleks ini lebih sulit untuk diserang lawan. Dari Keraton Ratu Boko ini pengunjung dapat merasakan ketenangan dan dapat melihat kota Yogyakarta dan Candi Prambanan dengan Gunung Merapi sebagai latar belakangnya. Indah sekali kan?

Pemandangan yang dapat Kita nikmati dari Keraton Ratu Boko. Foto : trevesia.com

Pemandangan yang dapat Kita nikmati dari Keraton Ratu Boko. Foto : trevesia.com

Bagi pengunjung yang ingin menikmati megahnya Keraton Ratu Boko ini dapat membeli tiket dalam dua kategori/paket. Untuk kategori reguler harganya Rp 25.000,- (sudah termasuk parkir). Tiket kategori ini berlaku dari mulai buka hingga jam tiga sore. Setelah jam tiga sore maka tiket akan masuk kategori kedua yakni sunset. Harganya jauh lebih mahal dari tiket reguler. Harga tiket untuk paket sunset sebesar Rp 70.000,- bagi wisatawan lokal dan Rp 110.000,- bagi wisatawan mancanegara. Loket tiket Ratu Boko sunset buka dari jam 15.00-17.30 WIB. Harga tiket sunset memang jauh lebih mahal karena disana Kita akan disuguhi pemandangan sunset paling indah seantero Yogyakarta. Penasaran? Jangan lewatkan moment ini!!!

Foto: telusurindonesia.com

Pemandangan inilah yang sering diburu oleh pengunjung. Foto: telusurindonesia.com

Keraton Ratu Boko dikelola oleh perusahaan BUMN yakni PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko (www.borobudurpark.co.id). Selain Ratu Boko, perusahaan ini juga yang memiliki otoritas mengelola candi Borobudur dan candi Prambanan. Karena masih dalam satu perusahaan tika heran apabila KIta berkunjung ke Candi Prambanan maka Kita akan ditawari tiket terusan ke Ratu Boko di tempat loket masuk. Tiket masuk untuk Candi Prambanan Rp 30.000,- dan Paket Prambanan + Ratu Boko Rp 45.000,- . Bagi pengunjung yang memilih tiket terusan setelah melewati loket masuk maka akan dipandu menuju tempat kendaraan berupa bus mini yang akan membawa Kita ke Keraton Ratu Boko. Kendaaraan ini beroperasi hingga jam 15.30.

Keraton Ratu Boko bisa diakses melalui dua pintu, yakni depan dan belakang. Jika dari depan (tingkungan pertama menuju Ratu Boko), pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga untuk sampai ke pintu masuk utama. Tiket yang pengunjung bayar akan ditukar oleh penjaga dengan sebotol air mineral. Sedangkan jika masuk dari arah belakang, pengunjung bisa langsung sampai di depan pintu masuk utama. Dari jalur ini pulalah para pengunjung yang membeli tiket terusan Prambanan-Boko akan lewat menggunakan mobil yang sudah disediakan oleh pengelola.

Pintu Gerbang Keraton Ratu Boko. Foto: maestrobali.com

Pintu Gerbang Keraton Ratu Boko. Foto: maestrobali.com

Pengelolaan Situs Ratu Boko ini terlihat sangat baik. Semua fasilitas tertata dengan rapi dan bersih. Toilet-toilet yang tersedia di Ratu Boko terlihat sangat bersih dan rapi. Terdapat bangunan tambahan di muka gapura, yaitu restoran dan ruang terbuka (Plaza Andrawina) yang dapat dipakai untuk kegiatan pertemuan dengan kapasitas sekitar 500 orang, dengan pemandangan di arah utara (kecamatan Prambanan dan Gunung Merapi). Selain itu, pengelola menyediakan tempat perkemahan dan trekking, paket edukatif arkeologi, serta pemandu wisata.

Foto : trevelsia.com

Gazebo dan Taman yang terletak sebelum pintu gerbang Keraton Ratu Boko. Foto : trevelsia.com

Pengunjung yang telah memiliki tiket dapat langsung menuju Keraton Ratu Boko. Setelah melewati tempat pengecekan tiket, sebelum beberapa langkah ke arah Keraton, terdapat beberapa rusa cantik yang berada di sisi kanan jalan. Selain itu juga terdapat taman yang rindang disertai gazebo untuk duduk sejenak. Mendekati area Keraton Ratu Boko pengunjung akan disambut oleh adalah gapura megah yang mempunyai 3 pintu. Gapura kedua yang jaraknya tak jauh dari gapura pertama mempunyai desain yang agak berbeda. Bangunan ini mempunyai 5 pintu. Pintu yang berada tepat di tengah berbentuk persegi, sedangkan dua pintu lainnya berbentuk segitiga di bagian atasnya. Tiga pintu yang berada di tengah tersebut dilengkapi dengan tangga berundak. Di tempat inilah yang menjadi tempat yang terbaik untuk berfoto mengabadikan bersama keluarga atau kawan.  

Foto: trevelsia.com

Hamparan halaman Keraton Ratu Boko. Foto: trevelsia.com

Setelah memasuki gebang tepat disebelah kiri terdapat bangunan seperti balok, Bangunan tersebut merupakan Candi Pembakaran. Candi itu berukuran 22,6 m x 22,3 m dan tinggi 3,82 m dan memiliki 2 teras. Sesuai namanya, candi itu digunakan untuk tempat pembakaran jenasah. Selain kedua candi itu, sebuah batu berumpak dan kolam yang berada di sisi timur Candi pembakaran, sekitar 10 meter dari Candi Pembakaran. Disini juga terdapat sumur berukuran 2,3 m x 1,8 m. Konon, sumur tersebut bernama Amerta Mantana yang berarti air suci yang diberikan mantra. Kini, airnya pun masih sering dipakai. Masyarakat setempat mengatakan bahwa air sumur itu dapat membawa keberuntungan bagi pemakainya. Sementara orang-orang Hindu menggunakannya untuk Upacara Tawur agung sehari sebelum Nyepi.

Candi Pembakaran Keraton ratu Boko. Foto: indonesiasaja.com

Candi Pembakaran Keraton ratu Boko. Foto: indonesiasaja.com

Setelah Candi Batur di area ini pengunjung akan melewati Paseban. Paseban ini terdiri dari 2 batur. Paseban sebelah timur memiliki panjang 24,6 m, lebar 1,.3 m, dan tinggi 1,16 m. Sedangkan paseban sebelah barat memiliki panjang 24,42 m, lebar 13,34 m dan tinggi 0,83 m. Diperkirakan, dua paseban ini dulu saling berhadapan, namun sampai sekarang fungsi ini belum diketahui secara pasti. Dinamakan paseban karena disesuaikan menurut kata yang umum digunakan oleh keraton jaman sekarang yang memiliki fungsi sebagai ruang tunggu tamu yang hendak menemui raja.

Pendopo Keraton ratu Boko tampak luar. Foto: telusurindonesia.com

Pendopo Keraton ratu Boko tampak luar. Foto: telusurindonesia.com

Perjalanan selanjutnya mengantarkan pengunjung menuju Pendopo Keraton Ratu Boko. Pagar pendopo ini memiliki panjang 40,80 m, lebar 33,90 m, dan 3,45 m. Kaki dan atap di kelilingi batu keras (batu andesit) sementara badan dinding berasal dari batu putih. Didalam pagar keliling terdapat dua buah batur. Batur di sisi utara berukuran panjang 20,57 m dan lebar 29,49 m, dan tinggi 1,43 m. Sedangkan batur selatan yang disebut sebagai pringgitan berukuran panjang 20,50 m, lebar 20,49 m dan tinggi 1,51 m. Kedua batur ini dihubungkan dengan selasar yang terbuat dari batu andesit. Di atas batur pendopo terdapat 24 umpak, sedangkan di atas batur pringgitan terdapat 12 umpak. Umpak-umpak ini diperkirakan digunakan untuk landasan tiang penyangga yang terbuat dari kayu. Batur ini merupakan bangunan sentral dari istana Medang, yang di atasnya terdapat tiang-tiang penyangga bangunan dan diperkirakan mempunyai dinding bangunan.

Kolam yang ada di area Keputren Kerato Ratu Boko :Foto trevelsia.com

Kolam yang ada di area Keputren Kerato Ratu Boko :Foto trevelsia.com

Setelah perjalanan menuju Pendopo, maka silahkan petualang menuju keputren yaitu tempat pemandian bagi keluarga Raja dan juga para Puteri. Terdapat 2 Batur yang menghadap ke Barat. Sebelah selatan Baturnya memiliki panjang 21,43 m, lebar 22,7 m, dan tinggi 1,75 m. Batur Utara memiliki panjang 16,4 m, lebar 14,9 m. Batur ini terbuat dari Batu Andesit. Terdapat sisa-sisa kolam pemandian yang dibagi menjadi 2 area, yakni utara dan selatan. Keduanya dipisahkan oleh dinding dan dihubungkan melalui gerbang. Kompleks utara terdapat 7 kolam dan kompleks utara terdapat 28 kolam. Berjalan ke arah ujung Istana akan di temui banyak reruntuhan yang menakjubkan. Beberapa masih dalam tahap pemugaran.

Goa Lanang. Foto: panoramio.com

Goa Lanang. Foto: panoramio.com

Perjalanan menyusuri megahnya Keraton Ratu Boko ini masih belum selesai, masih ada tempat menarik yaitu Goa Keraton Ratu Boko. Goa ini terbagi menjadi dua, yaitu goa Wadon (perempuan) dan goa Lanang (lelaki).  Dinamakan gua wadon yang berada dibawah karena di temukan semacam relief (tulisan) yang menggambarkan jasad perempuan (simbol Yoni) yang berada di depan pintu. Sementara di goa lain ditemukan relief lingga yang menggambarkan lelaki yang berada di atas bukit. Penyatuan kedua simbol ini bermakna kesuburan, dengan harapan tempat tersebut lebih subur. Secara fungsional, goa ini berfungsi sebagai tempat semedi.

Apakah Kalian siap membayangkan betapa megahnya Keraton ratu Boko? Langsung saja meluncur kesana!!!




Leave Comments

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com