Inspirasi Kota

Kampung Batik Betawi Terogong, Belajar dan Mengenal Batik Betawi




Trevelsia.com – Batik merupakan warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak tanggal 2 Oktober 2009. Sejak dulu, Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa). Seiring berjalannya waktu Kita tidak hanya mengenal batik tulis, namun juga batik cap dan batik lukis. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki Batik dengan ciri khas tersendiri. Tahukah Kalian jika Betawi juga memiliki batik khas? Di suatu sudut Jakarta terdapat sebuah kampung yang melestarikan Batik Betawi. Namanya adalah Kampung Batik Terogong.

Mengenal Kampung Batik Betawi Terogong

Kampung Batik Betawi Terogong berdiri sejak tahun 2012 diprakarsai oleh Siti Laela. Siti Laela menuturkan tujuannya mendirikan Kampung batik ini adalah untuk melestarikan batik khas Betawi yang sudah hampir punah. Selain itu, bertujuan untuk membangkitkan kembali pamor batik Betawi. Batik Betawi sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960-an. Namun, seiring perkembangan zaman, pamor batik khas suku asli Jakarta ini  meredup dan susah dicari di pasaran.

Selamat Datang di Kampung Batik Betawi Terogong. Foto:esq-news.com

Selamat Datang di Kampung Batik Betawi Terogong. Foto:esq-news.com

Kampung Batik Betawi Terogong berlokasi di Jl. Terogong III No.27 RT 09 RW 10, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Bagi Kalian yang ingin berkunjung ke Kampung Batik ini, tidak sulit untuk menemukannya. Lokasinya dekat dengan Jakarta International School (JIS) dan bersebelahan dengan Pondok Indah Mall (PIM).  Petunjuknya adalah Kalian harus melewati Jl. Terogong Raya. Setelah melihat kantor Kelurahan Cilandak Barat, tinggal masuk ke Jl. Terogong III. Tak jauh dari Kelurahan Cilandak Barat, terdapat sebuah papan petunjuk lokasi Kampung Batik. Namun untuk Kalian yang membawa mobil sebaiknya memarkir mobil di luar kampung dan dilanjutkan menyusuri kampung dengan berjalan kaki.

Pendiri Kampung Batik Betawi Terogong bersama Hasil Batiknya. Foto: travel.kompas.com

Pendiri Kampung Batik Betawi Terogong bersama Hasil Batiknya. Foto: travel.kompas.com

Keberadaan Kampung Batik Betawi Terogong berkat bantuan LKB (Lembaga Kebudayaan Betawi) yang bekerjasama dengan Seraci batik. Pelatihan yang diberikan cukup singkat, yakni 3 bulan. Kemudian hal ini tidak membuat tidak membuat gentar para pembatik untuk memulai dan dapat mandiri. Meski tidak mudah, belajar setahap demi setahap demi melestarikan warisan budaya leluhur Betawi. Seiring perjalanan waktu, usaha batik Betawi yang digagas oleh Siti Laela sedikit demi sedikit terus maju. Kemudian, diputuskan untuk mengajak kaum perempuan di sekitarnya bergabung membantu produksi Batik Betawi Terogong.

Motif dan Harga Batik yang Diproduksi

Kampung Batik Betawi Terogong pun memproduksi dua jenis batik, cap dan tulis. Perbedaan dua jenis batik ini hanya dalam proses pembuatan. Harganya berbeda, batik tulis sedikit lebih mahal karena proses pembuatannya digambar dahulu di atas kain putih menggunakan pensil kemudian dicanting. Kalau batik cap memang sudah ada gambarnya. Saat ini, dengan sekitar 15 orang yang bekerja memproduksi, dalam sebulan menghasilkan 20 potong batik tulis. sementara untuk batik cap memproduksi sekitar 100-200 potong per bulan. Batik tulis pengerjaannya cukup lama. Satu  potong batik tulis memakan waktu hingga satu minggu.

Salah Satu Motif Batik Betawi. Foto: giewahyudi.com

Salah Satu Motif Batik Betawi. Foto: giewahyudi.com

Motif batik Betawi mencirikan nuansa Betawi. Ada yang bergambar ondel-ondel, alat musik seperti tanjidor atau landmark seperti Monas dan Patung Pancoran. Motif lainnya tak kalah unik yang menggambarkan tentang Betawi yang belum diketahui banyak orang. Contohnya motif burung Hong, pohon Mengkudu sampai masjid Krukut yang merupakan salah satu bangunan bersejarah.

Kampung Batik Betawi. Foto: batikbetawiterogong.com

Suasana di Kampung Batik Betawi Terogong. Foto: batikbetawiterogong.com

Selain memproduksi kain batik, di sini juga memproduksi pakaian jadi seperti kemeja dan daster. Ada juga sandal, tas dan dompet yang serba batik. Untuk harga yang ditawarkan sangat variatif. Tergantung motif, banyaknya warna yang digunakan, serta bahan. Untuk batik cap kisaran harga Rp 200.000,- hingga Rp 500.000,- per potong. Untuk Batik tulis, dapat mencapai jutaan apalagi jika bahannya sutra. Sedangkan Harga untuk satu potong pakaian batik mulai dari Rp 124.000,- hingga Rp 1 juta.

Pemasaran batik produksi dari kampung Batik ini tidak hanya melalui gerai di pusat perbelanjaan. Pengrajin juga memasarkan dari pintu ke pintu selain menggunakan jaringan penjualan via online. Dengan beragam model pemasaran ini, penjualan per bulan mencapai sekitar Rp 40-50 juta.

Hal  yang Dapat Dilakukan Pengunjung di Kampung Batik Betawi Terogong

Para Turis Sedang Belajar Membatik. Foto: kompasiana.com

Para Turis Sedang Belajar Membatik. Foto: kompasiana.com

Saat ini Kampung Batik Betawi Terogong bukan hanya menjadi tempat produksi batik tetapi juga objek wisata bagi para pengunjung yang ingin mengetahui bagaimana cara membuat batik Betawi. Penduduk kampung memberikan kesempatan kepada siapapun yang berkeinginan untuk belajar membatik atau hanya sekedar melihat para ibu yang sedang mengerjakan proses membatik. Kampung ini mungkin memang tidak terkenal di dalam negeri tapi sudah beberapa turis mancanegara datang ke sini. Antara lain turis dari Jepang, Brazil dan Australia.

Jika Kalian tertarik untuk mengunjungi kampung batik ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Jika Kalian berkunjung dan hanya melihat proses pembuatan batik Kalian tidak dikenakan biaya apapun.
  2. Untuk pelajar SD hingga SMA yang ingin belajar dikenakan biaya sebesar Rp 35.000,- Pengunjung  mendapat selembar kain ukuran saputangan dan contoh motif batik untuk dibuat. Kemudian peserta diajarkan cara mencanting dan hasil cantingan akan diwarna. Pengunjung dapat membawa pulang hasilnya. Lama belajar  2-3 jam.
  3. Untuk mahasiswa dan umum dikenakan biaya sebesar Rp 50.000,-. Pengunjung mendapat kain sebesar 57×57 cm dan diajarkan mencanting juga proses mewarna dengan coletan juga celup. Hasilnya pun dapat dibawa pulang. Lama belajar 3-4 jam.
  4. Untuk pengunjung asing dikenakan biaya sebesar Rp 75.000,- dengan mendapatkan fasilitas yang sama seperti mahasiswa dan umum dengan mendapat tambahan minuman es selendang mayang atau bir pletok sebagai minuman penyambutan.
  5. Apabila pengunjung yang ingin belajar dan sekalian mendapat paket makan siang dikenakan tambahan biaya sebesar Rp 25.000,-. Makanan dengan menu Betawi. Peserta minimal 5 orang.
  6. Untuk peserta lebih dari 5 orang diwajibkan pesan terlebih dahulu. Minimal sehari sebelum pelaksanaan.
  7. Pengunjung pun dapat membeli hasil produksi batik Betawi Terogong berupa kain, baju jadi pria, dompet, sandal dan juga kaos.
  8. Waktu belajar di mulai jam 10.00-16.00 WIB.
  9. Sabtu dan Minggu waktu belajar buka lebih awal jam 09.00 WIB

Kalian penasaran dan tertarik untuk belajar membatik atau hanya sekedar berkunjung? kalian dapat menghubungi no. 0819 0558 0807 untuk WA dan line dan 081314362001 untuk telpon dan sms. Dapat juga langsung akses melalui batikbetawiterogong.com.




Leave Comments

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com