Inspirasi Kota

FMD, Festival Malang Doeloe atau…



//

Poster acara Festival Mlang Doeloe

Poster acara Festival Mlang Doeloe

Warga kota Malang mungkin sudah tidak asing lagi dengan festival Malang Tempoe Doeloe atau yang biasa disebut MTD. Acara yang biasa diadakan dua tahun sekali ini bertujuan untuk mengenalkan budaya serta sejarah kota Malang di jaman dahulu. Tahun ini acara dengan tema serupa kembali digelar namun dengan nama berbeda yaitu FMD atau Festival Malang Doeloe. FMD digelar di sepanjang Jl. Simpang Ijen Malang pada tanggal 7-8 Februari 2016 pukul 10.00 hingga 21.00. Tak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kemunculan festival bertema tempo dulu ini sontak mengundang antusiasme masyarakat termasuk tim trevelsia.com.

Gerbang masuk Festival Malang Doeloe. Foto : trevelsia.com

Gerbang masuk Festival Malang Doeloe. Foto : trevelsia.com

Mendekati lokasi diadakannya FMD, terdapat banyak tempat parkir dadakan yang siap menampung kendaraan pengunjung. Tukang parkir mematok tarif Rp 4.000,- untuk setiap sepeda motor yang parkir. Di depan pintu masuk FMD terdapat hiasan dari bambu menjulang tinggi yang dijadikan pintu gerbang festival. Di kanan kiri jalan ramai pedagang kaki lima menjajakan dagangannya. Setelah melewati pintu gerbang FMD kamu akan menemui dua jalur untuk berjalan, jalur sebelah kiri untuk masuk dan jalur sebelah kanan untuk menuju keluar.

Booth berisi pakaian wanita dan hijab di festival Malang Doeloe. Foto : trevelsia.com

Booth berisi pakaian wanita dan hijab di festival Malang Doeloe. Foto : trevelsia.com

Jika datang ke acara seperti ini pengunjung tentu berharap dapat bernostalgia dan merasakan suasana khas tempo dulu. Namun sayang acara yang diadakan tak sesuai dengan tema yang diusung. Sejak memasuki lorong festival, pengunjung telah disambut dengan booth-booth berisi pakaian wanita dan hijab. Tidak hanya itu, makanan modern seperti sosis bakar, ice cream pot, dan takoyaki turut mendominasi booth di dalam festival yang mengusung nama “Malang Doeloe” ini.

Panggung festival Malang Doeloe. Foto : trevelsia.com

Panggung festival Malang Doeloe. Foto : trevelsia.com

Di tengah lokasi festival terdapat sebuah panggung pentas yang dimeriahkan oleh beberapa SMA maupun SMP yang berada di kota Malang. Siswa dan siswi ini menampilkan kemampuan mereka dalam bidang kesenian mulai dari menyanyikan lagu daerah hingga memperagakan tarian tradisional. Di salah satu sudut festival terdapat booth yang cukup menyita perhatian pengunjung. Di dalam booth ini pengujung ditantang untuk menegakkan posisi sebuah botol bekas minuman dengan menggunakan karet yang dipasang di ujung alat pancing. Hanya dengan membayar Rp 10.000,- pengunjung bisa mencoba permainan ini sebanyak 3 kali. Jika berhasil menegakkan botol dengan sempurna, maka sang pemenang berhak memilih hadiah yang disediakan. Menariknya, hadiah yang disediakan nggak tanggung-tanggung lho! Yaitu berupa gadget seperti hadphone, tablet, dan laptop.

Sosis bakar menjadi salah satu jajanan yang paling banyak dijajakan di FMD. Foto : trevelsia.com

Sosis bakar menjadi salah satu jajanan yang paling banyak dijajakan di FMD. Foto : trevelsia.com

Melewati lorong menuju pintu keluar, pengunjung kembali disapa dengan booth-booth yang menjajakan makanan maupun barang kekinian.

Salah satu dari segelintir stand berisi dagangan yang benar-benar membawa tema lawas. Foto : trevelsia.com

Salah satu dari segelintir stand berisi dagangan yang benar-benar membawa tema lawas. Foto : trevelsia.com

Dari keseluruhan booth yang ada di FMD kemarin tim trevelsia.com hanya menjumpai sekitar 3 booth yang benar-benar menjual dagangan ala tempo dulu.

Tumpukan sampah tampak menghiasi lorong keluar FMD. Foto : trevelsia.com

Tumpukan sampah tampak menghiasi lorong keluar FMD. Foto : trevelsia.com

Sebelum sampai di ujung lorong menuju pintu keluar, terdapat beberapa backdrop yang ditempel di pinggir lorong. Backdrop-backdrop ini sering dijadikan photobooth oleh beberapa pengunjung yang lewat. Namun lagi-lagi sangat disayangkan karena di sekitar bakcdrop tersebut banyak sampah yang menumpuk sehingga merusak pemandangan. Ketika tengah melewati pintu gerbang menuju ke tempat parkir, tim trevelsia.com sempat mendengar celetuk dari salah satu pengunjung yang telah selesai melihat-lihat di FMD “Baru tau jaman dulu udah ada sosis bakar,” katanya.

Dari keseluruhan acara FMD yang digelar selama 2 hari itu cukup banyak menuai kritikan pedas dari para netizen atau pengunjung yang datang ke festival tersebut. Tak sedikit lho netizen yang mempublikasi kekecewaan mereka ke media sosial. Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi pihak penyelenggara agar dapat mengadakan acara lebih baik lagi.



//

Leave Comments

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com