Kota Landmark Museum

Daftar Museum yang Bisa Kita Datangi di Jawa Tengah (Part 3)



//

Sebelumnya trevelsia.com sudah merilis 2 bagian daftar museum yang ada di Jawa Tengah. Kurang rasanya hanya merilis 2 bagian, maka trevelsia.com merilis bagian 3. Sayang rasanya bila museum-museum ini dilewatkan begitu saja bila Kita ke Jawa Tengah. Apa saja? Cekidot….

9.  Museum Purbakala Sangiran

Disebut sebagai museum paling keren yang ada di Jawa Tengah. Museum Purbakala Sangiran adalah museum arkeologi yang terletak di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Museum ini berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai World Heritage pada tahun 1996.

Situs Sangiran memiliki luas mencapai 56 km² meliputi tiga kecamatan di Sragen yakni Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh serta Kecamatan Gondangjero yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar. Situs Sangiran berada di dalam kawasan Kubah Sangiran yang merupakan bagian dari depresi Solo, di kaki Gunung Lawu atau sekitar 17 km dari kota Solo. Selain menjadi tempat wisata yang menarik situs ini juga merupakan area penelitian tentang kehidupan prasejarah terpenting dan terlengkap di Asia, bahkan dunia.

Pintu Gerbang Museum, Foto: id.wikipedia.org

Pintu Gerbang Museum, Foto: id.wikipedia.org

Di museum ini para wisatawan dapat melihat semua koleksi fosil benda-benda purbakala yang berumur sekitar 2 juta yang ditemukan di Kawasan Cagar Budaya Sangiran. Ada sekitar kurang lebih 13.809 buah benda pamer yang tersimpan dalam dua tempat yaitu 2.934 tersimpan di ruang pameran dan 10.875 tersimpan di dalam gudang penyimpanan. Museum ini sangat bermanfaat bagi wisatawan belajar atau memperdalam pengetahuan yang berkaitan dengan teori evolusi, ilmu antropologi, Arkeologi, Geologi, dan Paleoantropologi.

Di lokasi situs Sangiran ini pula, untuk pertama kalinya ditemukan fosil rahang bawah Pithecantropus erectus (salah satu spesies dalam taxon Homo erectus) oleh arkeolog Jerman, Profesor Von Koenigswald. Selain fosil manusia purba disini juga menyimpan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut, alat-alat batu, dan beberapa jenis hewan seperti Badak, Sapi, Rusa, Banteng, dan Kerbau.

Replika Manusia Purba dalam Museum. Foto: archipelagogreats.blogspot.co.id

Replika Manusia Purba dalam Museum. Foto: archipelagogreats.blogspot.co.id

Museum Purbakala Sangiran buka setiap hari Selasa-Minggu pada jam 08.00-16.00 WIB, dan hari Senin museum libur. Tiket masuk per 4 April 2015 dikenakan biaya Rp. 5000,-/orang untuk wisatawan domestik sedangkan untuk wisatawan mancanegara dikenakan biaya Rp. 11.500,-.

10. Museum Gula

Museum Gula ini disebut sebagai museum gula terbesar di Asia Tenggara. Museum Gula terletak di Pabrik Gula Gondang Winangoen, dengan luas kompleks kurang lebih 100 hektar. Di dalam komplek ini selain museum gula juga terdapat perpustakaan gula, pabrik gula, arena bermain green park, dan kafe. Lokasinya di Jalan Raya Jogja-Solo Km. 25, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sekitar 10 km ke arah timur dari Candi Prambanan.

Museum Gula Gondang Winangoen merupakan museum milik PT Perkebunan Nusantara, BUMN perkebunan di Kota Klaten. Didirikan atas prakarsa Gubernur Jawa Tengah yang diresmikan pada tanggal 11 September 1982 oleh Soepardjo Roestam yang menjabat Gubernur pada masa itu untuk menyambut diadakannya Kongres International Society of Sugar Cane Technologists (ISSCT) XIX di Pasuruan, Jawa Timur pada tanggal 22 Agustus 1986.

Gedung Museum Tampak Luar Lengkap dengan Lokomotofnya. Foto: diasporaiqbal.blogspot.co.id

Gedung Museum Tampak Luar Lengkap dengan Lokomotofnya. Foto: diasporaiqbal.blogspot.co.id

Di museum ini para pengunjung dapat belajar tentang produksi gula, mulai dari berbagai cara menanam tebu serta proses panen, macam-macam peralatan menanam tebu, berbagai jenis tebu dan kualitasnya, pengenalan hama dan gulma tanaman tebu, dan foto-foto bersejarah perkembangan pabrik gula.

Selain itu, berbagai macam teknologi pengolahan tebu juga dipamerkan di museum ini,  dari mesin dengan teknologi sederhana berupa penggilingan tebu dari kayu menggunakan tenaga hewan, hingga teknologi pabrikasi tebu yang menggunakan mesin-mesin besar. Terdapat juga ruangan untuk menyimpan koleksi peralatan kantor petugas pengolahan tebu seperti mesin ketik kuno, telepon kuno hingga kalkulator yang digunakan pada zaman dulu.

Koleksi Peralatan Pabrik. Gula. Foto: koranyogya.com

Koleksi Peralatan Pabrik. Gula. Foto: koranyogya.com

Mengunjungi museum ini pengunjung lokal cukup membayar Rp 5000,- dan mancanegara Rp 10.000,-, Pengunjung yang ingin mengelilingi kompleks museum disediakan kendaraan yang terletak di bagian luar Museum Gula. Kendaraan ini adalah lokomotif lawas yang sering disebut Montit.

Lokomotif ini berupa kereta uap mini berbahan bakar kayu yang dulunya digunakan sebagai pengangkut tebu. Pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000,- dan bila membawa kamera atau ingin mendokumentasikan dikenakan biaya lagi sebesar Rp 150.000,-. Selain menikmati wisata sejarah di museum, para pengunjung juga bisa berjalan-jalan ke tempat menarik di sekitar Museum Gula Gondang Winangoen.

11. Museum Kretek

Museum Kretek merupakan salah satu museum rokok di Indonesia. Museum Kretek didirikan pada 3 Oktober 1986 atas prakarsa Soepardjo Roestam, gubernur Jawa Tengah saat itu. Terletak di Jalan Getas Pejaten No 155, Kec. Jati – Kudus, Jawa Tengah. Museum Kretek didirikan di atas lahan seluas 2,5 ha, dengan pembiayaan dari Persatuan Pengusaha Rokok Kudus (PPRK).

Di depannya ada dua bangunan terpisah berasitektur rumah adat Kudus dan surau gaya Kudus. Interior Museum Kretek Kudus dipenuhi dengan patung-patung dan berbagai macam perlengkapan pembuatan rokok. Patung-patung yang apik itu adalah hasil karya seniman-seniman Kudus, khususnya dari kalangan pendidik. Museum ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Gedung Museum Kretek Tamapk Luar. Foto: komunitaskretek.or.id

Gedung Museum Kretek Tamapk Luar. Foto: komunitaskretek.or.id

Museum ini memiliki 1.195 koleksi mengenai sejarah kretek di wilayah ini, antara lain dokumentasi kiprah Nitisemito yang mendirikan Pabrik Rokok Bal Tiga, terdapat pula bahan dan peralatan tradisional rokok kretek, foto-foto para pendiri pabrik kretek dan hasil produksinya, benda-benda promosi rokok di masa lalu hingga sekarang, termasuk diorama proses pembuatan rokok kretek.

Pengunjung juga dapat menonton film dokumenter yang memutar tentang sejarah pembuatan rokok kretek dan perkembangannya. Buka setiap hari dari jam 07.30-16.00 WIB dengan biaya masuk Minggu/tanggal merah Rp. 2.000,-/orang dan Senin-Sabtu Rp  1.500,-/ orang

12. Museum Rekor Dunia Indonesia

Ingin melihat hal-hal aneh dan unik yang ada di Indonesia? Langsung saja datang ke Museum Rekor Dunia Indonesia. Museum Rekor Dunia Indonesia atau biasa disebut Museum MURI didirikan atas prakarsa Jaya Suprana di kawasan industri Jamu JAGO Jalan Perintis Kemerdekaan Semarang pada 27 Januari 1990 dan diresmikan oleh Menko Polkam Soedomo dan Menko Kesra Soepardjo Roestam dan juga disaksikan oleh Ketua PMI Pusat Ibnu Soetowo dan Gubernur Jawa Tengah, HM Ismail.

Museum ini terbagi menjadi tiga ruangan besar, yaitu ruang data dan foto MURI, balai pertemuan, dan koleksi Jamu Jago sebagai produsen jamu tertua di Indonesia yang dibangun tahun 1918. Pendirian dan pelaksanaan kegiatan MURI didukung sepenuhnya oleh kelompok usaha Jamu JAGO.

Eksterior Museum. Foto: muri.org

Eksterior Museum. Foto: muri.org

Selain sebagai museum, Museum Rekor Indonesia (MURI) juga merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bertugas menghimpun data dan menganugerahkan penghargaan terhadap prestasi superlatif karsa dan karya bangsa Indonesia. Tepatnya tanggal 14 Agustus 2005 bersamaan dengan peresmian galeri Muri di kawasan wisata candi Borobudur dilakukan perubahan kepanjangan MURI yang semula Museum Rekor Indonesia menjadi Museum Rekor Dunia Indonesia.

Kemudian pada tahun 2014 MURI membuka Galeri di Mall of Indonesia yang khusus menampilkan rekor-rekor dunia. Museum ini terbuka untuk kunjungan umum tanpa dipungut biaya, setiap hari kerja Senin-Jumat mulai jam 09.00-14.00 WIB. Untuk kunjungan siswa sekolah atau rombongan turis, dianjurkan membuat reservasi kunjungan selambat-lambatnya dua minggu sebelumnya ke kantor MURI.



//

Leave Comments

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com