Inspirasi Landmark

5 Jembatan di Yogyakarta yang Instagram-able





 

Jembatan berfungsi sebagai penghubung antara satu wilayah dengan wilayah lain yang terpisah oleh sungai, namun kini fungsi jembatan telah bertambah. Foto : berita-berbeda.blogspot.com

Jembatan berfungsi sebagai penghubung antara satu wilayah dengan wilayah lain yang terpisah oleh sungai, namun kini fungsi jembatan telah bertambah. Foto : berita-berbeda.blogspot.com

Biasanya jembatan digunakan untuk menyambungkan suatu daerah dengan daerah lain yang umumnya terpisah karena adanya sungai. Namun saat ini, jembatan yang dibangun dengan rancangan unik kerap dijadikan tempat untuk berburu foto. Foto jembatan-jembatan ini pun semakin banyak diunggah di berbagai media sosial terutama Instagram. Kira-kira seperti apa ya? Yuk simak 5 jembatan di Yogyakarta yang Instagram-able dan bakal bikin kamu jadi hits.

  1. Jembatan Plunyon
Jembatan yang menjadi saksi bisu dahsyatnya letusan Gunung Merapi. Foto : www.panoramio.com

Jembatan yang menjadi saksi bisu dahsyatnya letusan Gunung Merapi. Foto : www.panoramio.com

Jembatan yang merupakan saksi bisu bencana erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 ini terletak di lereng selatan Gunung Merapi, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Jembatan Plunyon tetap berdiri kokoh meski sekitarnya telah hancur diterjang awan panas. Sekilas jembatan Plunyon tampak seperti jembatan Overtoun di Skotlandia. Karena desainnya yang unik dan keadaan sekitar yang membawa kesan kuno, membuat jembatan Plunyon sering dijadikan objek foto hingga latar foto prewedding.

  1. Jembatan Gantung Selopamioro
Selain memajukan perekonomian kedua desa, jembatan ini juga telah menjadi destinasi wisata dan objek foto. Foto : potensiwisata.bantulkab.go.id

Selain memajukan perekonomian kedua desa, jembatan ini juga telah menjadi destinasi wisata dan objek foto. Foto : potensiwisata.bantulkab.go.id

Jembatan yang juga disebut jembatan Siluk ini membentang di atas Sungai Oya, menghubungkan dua desa yaitu desa Selopamioro dan desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Meski hanya dapat dilintasi kendaraan roda dua, namun keberadaan jembatan yang dibangun tahun 2004 ini sangat membantu kegiatan masyarakat sekitar seperti pergi ke sawah atau ladang hingga menjadi akses utaama bagi anak-anak pergi ke sekolah. Kini jembatan berwarna kuning ini semakin sering dikunjungi wisatawan dan dijadikan tempat untuk berfoto. Kamu juga bisa melihat pemandangan sekitar jembatan yang indah sembari menikmati goyangan jembatan Selopamioro.

  1. Jembatan Gantung Lemah Abang
Jembatan ini sekilas terlihat mirip dengan Jembatan Selopamioro. Foto : yogyakarta.panduanwisata.id

Jembatan ini sekilas terlihat mirip dengan Jembatan Selopamioro. Foto : yogyakarta.panduanwisata.id

Jembatan gantung yang membentang di atas kali Gembyong ini menghubungkan desa Ngoro-oro, Kabupaten Gunung Kidul dengan desa Gayam Harjo, Kabupaten Sleman. Jembatan gantung Lemah Abang dibangun pada tahun 1995-1996. Warna kuning pada jembatan membuatnya sekilas mirip dengan jembatan gantung Selopamioro. Kini jembatan ini tak hanya berfungsi sebagai penghubung antara dua desa dan pendukung kegiatan masyarakat, namun juga sebagai destinasi wisatawan yang ingin menikmati alam sekitar hingga mengabadikan keindahan jembatan dalam bentuk foto.

  1. Jembatan Gantung Bawuran
Jembatan perak ini menjadi spot favorit untuk berfoto. Foto : berita-berbeda.blogspot.com

Jembatan perak ini menjadi spot favorit untuk berfoto. Foto : berita-berbeda.blogspot.com

Jembatan gantung Bawuran disebut juga sebagai jembatan gantung Perak karena warna jembatan yang keseluruhan berwarna perak. Jembatan ini menghubungkan antara desa Bawuran dengan desa Gunungkelir, Pleret, Bantul. Jembatan ini baru selesai dibangun pada akhir tahun 2014 lalu. Kini jembatan yang semulanya berfungsi untuk mempermudah akses warga di kedua desa, telah menjadi tempat favorit untuk berfoto bagi muda-mudi atau wisatawan yang singgah.

  1. Jembatan Sesek
Meski hanya terbuat dari bambu, namun jembatan ini telah menarik perhatian banyak orang. Foto : arroundofjogja.blogspot.com

Meski hanya terbuat dari bambu, namun jembatan ini telah menarik perhatian banyak orang. Foto : arroundofjogja.blogspot.com

Jembatan Sesek merupakan sebuah jembatan terbuat dari bambu yang membentang di atas kali Progo dan menghubungkan Desa Mangir, Bantul dengan Desa Lendah, Kulon Progo. Jembatan dengan lebar 1,5 m ini sempat rusak karena hanyut terbawa arus, namun jembatan ini berhasil dibangun kembali karena merupakan salah satu sarana penting bagi warga di kedua desa. Untuk dapat melewati jembatan ini, pengunjung biasanya diwajibkan membayar uang sebesar Rp 2.000,- sebagai uang perawatan jembatan. Jembatan yang tengah hits dikalangan anak muda ini kini semakin banyak didatangi pengunjung yang penasaran dengan keindahannya.

Inilah 5 jembatan di Yogyakarta yang Instagram-able. Buat kamu yang hobi posting foto jalan-jalan di Instagram, kelima tempat ini recommended untuk kamu kunjungi bersama teman-teman hits mu. Selamat berlibur!



Leave Comments

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com